Arsip

Posts Tagged ‘cerpen’

“My name is Khan, and I’m not a terrorist” | Sebuah Pelajaran (Bagian 3-selesai)

3 April 2011 1 komentar

My name is Khan

Film ini juga mempersoalkan hubungan dengan pemeluk agama lain. Mandira yang diperistri oleh Rizvan merupakan wanita mandiri yang beragama Hindu. Kehidupan berkeluarga pasangan suami istri tersebut berjalan harmonis layaknya pasangan lainnya yang berpegang pada prinsip hidup yang sama. Masing-masing mampu memisahkan urusan rumah tangga di mana keduanya harus saling terlibat dan urusan hubungan mereka dengan Tuhan mereka di mana mereka harus saling menghormati. Sampai pada suatu ketika, hubungan suami istri ini retak akibat kematian Sameer, anak mereka yang dibunuh oleh teman-teman sekolahnya karena isu “prejudice” terhadap Islam.
Baca selanjutnya…

Iklan

“My name is Khan, and I’m not a terrorist” | Sebuah Pelajaran (Bagian 1)

2 April 2011 1 komentar

My name is Khan

“My name is Khan, and I’m not a terrorist” bukan merupakan suatu pembelaan seorang India bermarga Khan dalam sidang tindak pidana terorisme, namun sebuah postulat yang diucapkan oleh Rizvan Khan, yang diperankan oleh aktor ternama India, Shah Rukh Khan dalam film terbarunya yang berjudul “My Name is Khan”.

Dari judulnya saja, sudah terlihat bahwa film ini mengangkat isu serius ke dalam ceritanya, yakni terorisme. Namun yang membedakan dengan film-film yang telah beredar, isu terorisme yang diangkat , dikupas dari sudut pandang stigmatisasi Dunia Barat, yang diwakili oleh masyarakat Amerika yang menganggap Islam identik dengan terorisme. Hal ini coba dipatahkan dengan tegas oleh film tersebut melalui adegan-adegan yang dibangun secara kronologis. Baca selanjutnya…

Buletin Dakwah MANSHURIN

21 Maret 2011 3 komentar

“Alhamdulillah, berkat Rahmat dan Nikmat ALLOH SWT, Akhirnya Buletin Dakwah MANSHURIN edisi Maret 2011 terbit juga”. Demikian kutipan yang diungkapkan oleh Gatot B Ismail, SH salah satu pembina redaksi buletin dakwah MANSHURIN ini di sela – sela peluncuran terbit edisi bulan Maret 2011. Selain itu, beliau juga menambahkan “semoga buletin ini sebagai acuan dan penambah semangat muda – mudi dalam mencari ilmu agama khususnya bagi generus magetan”.

Buletin Dakwah ini adalah hasil karya muda – mudi generus magetan yang dikumpulkan, diseleksi dan kemudian dibuat menjadi buletin. Buletin ini terbit setiap 2 bulan sekali. Dan yang membanggakan usia buletin ini sudah memasuki tahun ke 2. Walaupun mungkin masih jauh dari kata sempurna. Baca selanjutnya…

Istimewanya Wanita (sebuah Nasehat)

19 Maret 2011 3 komentar

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki. Baca selanjutnya…

Mereka Punya Cara Sendiri Untuk Bertahan Hidup


Denyut nadi lain dari Jakarta sebenarnya sudah mulai terasa sebelum kita memasuki kota terbesar di Indonesia itu. Apabila anda naik kereta api kelas ekonomi atau bisnis seperti yang saya lakukan dari Madiun ke Jakarta beberapa waktu lalu, maka anda akan bisa melihat langsung dampak negatif dari  sentralisasi ekonomi, yakni sempitnya lowongan kerja. Pada Kenyataanya, banyak orang tanpa pekerjaan formal yang berada di wilayah di luar Jakarta sepanjang lintasan kereta api terpaksa mengais rejeki dengan menjajakan kopi panas, rokok, pop mie, nasi remaasss eeh rames dan oleh – oleh khas dari daerah setempat selama 24 jam.

“Kopi panaaas, nasi rames masih hangat, gethuk…. gethuk, pop mie…. pop mie……..” merupakan beberapa kata yang diucapkan oleh penjual untuk menarik perhatian calon pembeli. Terkadang mereka berteriak-teriak dalam menjajakan barang jualannya. Bayangkan bila beberapa penjual berteriak bersamaan di dalam gerbong kereta, maka akan terdengar suara gaduh bersahut-sahutan yang memekakkan telinga. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: