Beranda > Berita Dunia, Catatan Ringan, Dunia Remaja, Motivasi Inspirasi > “My name is Khan, and I’m not a terrorist” | Sebuah Pelajaran (Bagian 2)

“My name is Khan, and I’m not a terrorist” | Sebuah Pelajaran (Bagian 2)


My name is Khan

Lewat media itu, Ibu Rizu bertanya kepadanya apa yang membedakan keduanya. Rizu pun menjawab keduanya tampak sama, namun orang yang memberi manisan adalah orang baik. Sementara itu, orang yang memegang tongkat adalah orang jahat. Sungguh upaya yang jenius! Konsep yang dirasa sederhana itu ternyata efektif menanamkan pandangan Rizu tentang manusia- seorang manusia dikatakan baik, tidak dilihat dari agama apa yang dianutnya, tetapi bagaimana sikapnya terhadap orang lain. Melalui adegan ini, film My Name is Khan ingin memberitahu penonton bahwa toleransi terhadap pemeluk agama lain sudah mentradisi semenjak anak-anak kecil Muslim mulai belajar Agama Islam.

Seperti yang selalu merebak dalam diskusi tentang agama, isu fanatisme juga diangkat di dalam film ini. Kebrutalan terorisme yang dilakukan “oknum muslim” ditengarai oleh banyak pihak sebagai akibat dari fanatisme yang mengakar kuat dalam Islam. Hal inilah yang coba dijawab oleh film ini. Memang dalam Islam, seperti semua agama yang ada dimuka bumi ini, fanatisme sangat ditekankan.

Akan tetapi, apa yang digambarkan di dalam film ini lebih mengarah pada fanatisme ke dalam, yaitu kepercayaan mendalam terhadap Allah, Tuhan orang Islam dan kewajiban untuk selalu menyembah-Nya entah dalam keadaan apa pun.

Muslimah Berjilbab dalam My Name is Khan

Dalam suatu adegan, digambarkan bahwa Rizvan menunaikan kewajiban solat di tengah padang pasir saat bus yang ia tumpangi berhenti dalam perjalanan menuju negara bagian Georgia, AS. Padahal, ia berada pada situasi yang sulit dimana semua orang Amerika berpandangan negatif kepada Islam setelah terjadinya serangan teroris 11 September.

Subhanallah, sungguh pemandangan yang menakjubkan!. “Fanatisme ke dalam” yang ditampilkan di dalam film ini juga diimplementasikan oleh kakak ipar Rizvan yang mengenakan jilbab. Bahkan ia bangga mengenakannya karena baginya, jilbab bukan sekedar identitas perempuan muslim tetapi juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan untuk menutup salah satu auratnya…..Bersambung…

Lanjutannya silahkan lihat disini

Tulisan Terbaru :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: