Beranda > Catatan Ringan, Sebuah Renungan > Sebuah Pelajaran Hidup

Sebuah Pelajaran Hidup


Aku belajar
” apa yg aku anggap terbaik belum tentu yg terbaik dariNYA.. Dan sebaliknya yg terbaik dariNYA belum tentu kita senangi.. Teruslah bersyukur kepadaNYA atas semua nikmat dan karuniaNYA.. Manusia hanya dapat terus berdoa dan berusaha untuk mendapat yg terbaik dariNYA “..

Aku belajar
” seberat apapun cobaan yg diberikan olehNYA.. Pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yg lebih bertanggung jawab dan berguna.. Syukurilah seluruh anugerahNYA dengan hati ikhlas dan tulus.. Everything happens.. Happens 4 a reasons..

Aku belajar
” bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yg kita miliki dan apa yg kita pelajari dari pengalaman tersebut.. Dan tidak berkaitan dengan telah berapa tahun usia kita..

Aku belajar
” walaupun kita berpikir tidak ada lagi yg dapat kita berikan dan lakukan.. Ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita.. Kita akan selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong..

Aku belajar
” jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain..

Aku belajar
” bahwa latar belakang dan lingkungan mempengaruhi pribadiku.. Tapi kita tetap bertanggung jawab dan menentukan masa depan kita sendiri..

Aku belajar
” bahwa aku harus bertanggung jawab atas apa yg telah aku lakukan.. Tidak peduli bagaimana perasaan kita..

Aku belajar
” bahwa aku punya hak untuk marah.. Tetapi itu bukan berarti aku dapat berlaku sesuka hatiku tanpa memikirkan perasaan orang lain..

Aku belajar
” bahwa aku harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi.. Atau sikap dan emosi itu yg menguasai diriku..

Aku belajar
” bahwa tidaklah penting apa yg aku miliki.. Tapi yg penting adalah siapa aku ini sebenarnya..

Aku belajar
” jangan menilai orang dari penampilannya saja.. Itu bisa menipu.. Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam.. Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing.. Meskipun tidak ada orang yg sempurna di dunia..

Aku belajar
” di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan..

Aku belajar
” bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan.. Dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya..

Tulisan Terbaru :

  1. rieza
    19 Maret 2011 pukul 02:20

    kita memang lebih diutamakan lihat prosesnya (belajar) daripada hasilnya ,.. btul ndak pak?

  1. 24 Maret 2011 pukul 09:41

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: