Beranda > Akhlaqul Karimah, Dunia Remaja, Nasehat Religi > Dosa Kecil Awal dari Pelanggaran Besar

Dosa Kecil Awal dari Pelanggaran Besar


Pada umumnya orang-orang yang meremehkan dosa kecil karena beranggapan bahwa dosa kecil itu mudah diampuni, padahal dari pelanggaran yang dianggap kecil dan remeh itulah bila sudah menjadi kebiasaan seseorang tidak terasa bahwa dengan pelanggaran yang besar pun juga berperasaan biasa-biasa saja. Disini akibat kurangnya penjagaan dari dosa & pelanggaran.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

Takutlah kalian akan remehnya dosa, maka sesungguhnya dosa-dosa yang remeh itu akan menumpuk pada seseorang sehingga merusaknya . . .

Dosa sekecil apapun akibat dari pelanggaran terhadap aturan-aturan agama pasti akan diperhitungkan di akhirat. Menurut kenyataan, bahwa seseorang yang terjebak pada pelanggaran besar biasanya selalu diawali dengan suatu kebiasaan melakukan dan meremehkan dosa-dosa yang dianggap kecil dengan beranggapan bahwa dosa kecil itu mudah ditobati dan gampang mendapat pengampunan, padahal ini adalah merupakan langkah awal keberhasilan Iblis untuk menyeret manusia menuju pelanggaran besar seperti yang telah direncanakan.

Pada umumnya orang-orang beranggapan bahwa pandang-memandang antara laki-laki dan perempuan adalah hal yang biasa, pandangan yang pertama (tidak bisa dihindari) dan tidak ada bagimu pandangan berikutnya.

Rosulullohi Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

Pandangan  pertama adalah ketidaksengajaan dan yang kedua adalah kesengajaan dan yang ketiga adalah merusak. Dan memandangnya orang iman pada kecantikan perempuan (yang bukan mahromnya) adalah panah dari panah-panah Iblis yang beracun. Barangsiapa yang menghindarinya karena takut Alloh dan mengharapkan sesuatu yang ada di sisiNya (pahala) maka Alloh akan memberikan balasan padanya dengan suatu ibadah yang akan ia rasakan lezatnya.


Dalam pribahasa yang cukup terkenal dikatakan bahwa : “Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali – Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.”

Bila cinta telah bersemi dalam hati seseorang, tidak menutup kemungkinan akan timbul penghayalan-penghayalan dan keinginan-keinginan selalu ingin berduaan, memadu kasih, bercanda ria dan menikmati keindahan-keindahan lainnya.

Dengan dorongan hawa nafsu dan rayuan Iblis, maka seseorang akan selalu berusaha mencari kesempatan agar dapat terwujud apa yang menjadi keinginannya, berjumpa dengan orang yang telah dicintainya.

Bila hal ini terjadi, apalagi di tempat yang sunyi dan sepi maka satu langkah lagi keberhasilan bagi Iblis untuk menggiring dua insan yang lagi dimabuk asmara untuk melakukan perbuatan yang lebih jauh lagi menyimpang dari aturan agama, seperti bersentuhan, berciuman dan seterusnya hingga pada akhirnya melakukan perbuatan terkutuk yaitu perzinaan. Na’udzubillahi min dzalik! (mad)

Tulisan Terbaru :

  1. Belum ada komentar.
  1. 30 Maret 2011 pukul 08:25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: